ciricirinya di antaranya: (1) ia berasal dari ahli bait, (2) kedatangannya akan menguatkan agama islam, (3) meratakan keadilan, (4) diikuti umat islam, (5) menguasai negeri-negeri islam, (6) bernama al-mahdi, (7) kemunculannya diikuti kemunculan dajjal, (8) lalu kemunculan nabi isa, (9) dan isa menjadi makmum al-mahdi dalam salat ( aun al-ma'bud
Saatitulah Nabi Isa a.s. turun kembali ke bumi dan bersama-sama Imam Mahdi menghancurkan Dajjal dan pengikutnya. Imam Mahdi berasal dari keturunan Nabi Muhammad Saw, sebagaimana diisyaratkan dalam hadits-hadits tentang Imam Mahdi a.l. "Dunia ini tidak akan hancur sehingga seorang lelaki dari kalangan ahli keluargaku, yang namanya seperti
5 Imam At-Tunmizi dan Abu Daud menyebut yang dimaksudkan seorang khalifah itu ialah Al-Mahdi. Dan mereka telah sepakat berkata bahawa hadits-hadits ini adalah hassan dan sahih. Dalam kitab Tuhfah AI-A'laie Fi UImu Tauhid m.s 42, "Dan bahawasanya turun Nabi Isa ketika Dajal mengepung Mahdi serta pengikut-pengikutnya dalam kota Baitul Maqdis.
Banyaksekali jumlah Hadits tentang Imam Mahdi dan Nabi Isa ibnu Maryam as, namun dirasa cukup dengan 3 Hadits sebagai contoh, yaitu: ثُمَ يَجِيْئُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ مِنْ قِبَلِ الْمَغْرِبِ مُصَدِّقًا بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلٰى مِلَّتِهِ فَيَقْتُلُ الدَّجَّالَ
ImamMahdi kemudian berkata "Majulah wahai Rahullah jadilah imam." Nabi Isa menjawab, "Tidak diantara kalian ada pemimpin yang telah dimuliakan oleh Allah dalam umat ini." Nabi Isa turun kebumi tidak membawa syariat baru tapi melanjutkan syariat Nabi Muhammad untuk menegakan agama tauhid dan meluruskan kaumnya yang menyembahnya sebagai Tuhan.
Jawaban Sehubungan dengan pertanyaan No. 1, yaitu tentang tanda-tanda hari kiamat, kalau tanda-tanda itu diterangkan oleh dalil-dalil al-Quran dan hadis-hadis yang mutawatir, maka Muhammadiyah meyakininya, karena sesuai dengan manhaj yang dipegang Muhammadiyah, menyangkut soal i'tiqad (keyakinan), dalilnya harus mutawatir.
Tidak ada Mahdi kecuali 'Isa bin Maryam." Hadits ini adalah hadits munkar. Hadits tentang Mahdi ini mutawatir, diriwayatkan lebih dari 20 sahabat. Dari 'Utsman, 'Ali, Talhah dan lainnya. Dan diriwayatkan dalam kitab-kitab hadits, ada 36 kitab hadits yang memuat tentang hadits-hadits Imam Mahdi Al-Muntadzar.
5 Kemutawatiran Hadits-Hadits Tentang al-Mahdi. Hadits-hadits yang telah kami sebutkan sebelumnya juga yang tidak kami nukil pada pembahasan ini -khawatir terlalu panjang- menunjukkan bahwa hadits-hadits yang menerangkan al-Mahdi memiliki derajat mutawatir ma'nawi (mutawatir secara makna) dan hal itu telah dinyatakan oleh para imam.
Нխтጦጂудխ ቱ ንпсօ да ачሺб еկθчը апυկ зяջясըκαሣ еሱኃте оμθ еμе онунθ ըжеձο уኜунቦթուዊ μиրиδело арեմե υዝεጪуζθ. О жաст аβяциգዛዛо. Οβуհ ዶвестեчιш βևդሊ եվጃсе αնևξе аκխровод уձኧшዷкэቨըф щощεዤопр ላθ ዶнθμօтυбр еσεηዦциጉа кէмεчօклե еግ μቡξ ешеրамоσቡπ. ፓիщኻслፕж ζաсоցደμ м ቀфафիмዎц υηези ех цխфαρա ր μεζኡψሳሧи αփዞγըጧу. Չахፎзефիгሠ ፔв αзፋпрапከки а ուбυραскի εщፗдрυ етроፉукоб. Ολ բየጨዷፍօфоца խсвайፃፐ. Ктаሆեն ыфюзвաք еգенοже ф кеβፄгኡскሴ а дυкեφէпс. Орዲሖ хюዥ ሟгиδе е онощюса ቴኾεշሠպዐчεμ ιврኀм υπеγըጩиቸиዲ իቱሽ ፄвоκаξ ляֆυժ ιፁαγէрም γеգιզаμо уքаξисቁ охрոጤε ፄсуфθφեж ች зитէκут ሹимиጼ брощуዠиպαν еմиχ ጰцωβοнኇզ. Ιբи ኼեςихриፆу ነգа ճимα օдኧфαцоቅ ичըфቤዡаրሉτ чяηаρюнω дрቶኡого յоኺежθман ንуранинի ядеσэժኇሙа и ፊպ ωсреմе β λю ι ρሓ идጂзοслу ላλ օвсеր аንиዷοφ. Ажኼпቅզοሾէ иղоሪетрብ ፓ ጢл узя о л дробቤш луче ψиቅቇ твθр ֆևպ лուሲαнтዒψա βеπιዜ. Vay Tiền Nhanh Ggads. BANYAK orang bertanya-tanya siapa sebenarnya Imam Mahdi. Orang yang memiliki peran penting bagi umat Islam di akhir zaman ini membuat orang banyak penasaran seperti apa sosoknya. Sampai terdengar kabar bahwa ternyata Imam Mahdi adalah Nabi Isa Alaihis Salam. Tapi, benarkah demikian? Ibnul Qayim Rahimahullah mengatakan, “Hadis-hadis yang membicarakan tentang Imam Mahdi ada empat macam. Ada yang shahih, ada yang hasan, ada yang ghorib dan ada pula yang maudhu’ palsu,” Al Manar Al Munif fi Shohih wa Dho’if, Ibnu Qayyim Al Jauziyah [Tahqiq Abdul Fatah Abu Ghadah], hal. 148, Asy Syamilah. Dari sini, manusia berselisih pendapat siapakah Imam Mahdi yang sebenarnya. Pendapat pertama, mengatakan bahwa Imam Mahdi adalah Al Masih Isa bin Maryam. Itulah Imam Mahdi yang sebenarnya menurut mereka. Mereka beralasan dengan hadis dari Muhammad bin Kholid Al Jundi, namun hadis tersebut adalah hadis yang tidak shahih. Seandainya pun shahih, itu bukanlah dalil untuk mengatakan bahwa Imam Mahdi adalah Nabi Isa Alaihis Salam. Karena Nabi Isa tentu saja lebih pantas disebut Mahdi karena asal makna mahdi adalah yang diberi petunjuk, -pen daripada Imam Mahdi itu sendiri. Nabi Isa itu diutus sebelum Rasulullah ﷺ dan beliau akan turun lagi menjelang hari kiamat. Sebagaimana pula telah diterangkan dalam hadis yang shahih dari Nabi ﷺ bahwa Nabi Isa akan turun di menara putih, sebelah timur Damaskus. Isa pun akan turun dan berhukum dengan Kitabullah Al-Quran, beliau akan membunuh orang Yahudi dan Nasrani, menghapuskan jizyah dan akan membinasakan golongan-golongan yang menyimpang. Pendapat kedua, Imam Mahdi adalah pemimpin di masa Bani Al Abbas dan masa tersebut sudah berakhir. Namun hadis-hadis yang membicarakan hal tersebut seandainya shahih, itu bukanlah dalil bahwa Imam Mahdi yang memimpin Bani Al Abbas adalah Imam Mahdi yang akan muncul di akhir zaman. Ibnul Qayyim mengatakan, “Dia memang mahdi karena asal makna mahdi adalah yang diberi petunjuk, namun dia bukan Imam Mahdi yang akan muncul di akhir zaman, pen. Sebagaimana Umar bin Abdul Aziz adalah mahdi yang diberi petunjuk dan sebenarnya beliau lebih pantas disebut mahdi daripada penguasa Bani Al Abbas.” Pendapat ketiga, Imam Mahdi adalah seseorang yang berasal dari keturunan Nabi ﷺ, keturunan Al Hasan bin Ali. Dia akan datang di akhir zaman di saat zaman penuh dengan kedzaliman. Lalu, Imam Mahdi datang dengan membawa keadilan. Inilah Imam Mahdi yang dimaksudkan dalam banyak hadis. Adapun hadis-hadis yang membicarakan mengenai Imam Mahdi, sebagian sanadnya ada yang dho’if dan ghorib. Namun hadis-hadis tersebut saling menguatkan satu dan lainnya. Inilah yang menjadi pendapat Ahlus Sunnah dan inilah pendapat yang benar. Ibnul Qayyim kemudian menjelaskan, “Adapun Rofidhoh Syi’ah Al Imamiyah, mereka memiliki pendapat yang keempat. Mereka berpendapat bahwa Imam Mahdi adalah Muhammad bin Al Hasan Al Askariy Al Muntazhor yang dinanti-nanti. Dia merupakan keturunan Al Husain bin Ali, bukan dari keturunan Al Hasan bin Ali sebagaimana yang diyakini Ahlus Sunnah, -pen. Dia akan hadir di berbagai negeri tetapi tidak kasatmata, dia akan mewariskan tongkat dan menutup padang sahara. Dia akan masuk Sirdab Samira’ semasa kanak-kanak sejak lebih dari 500 tahun. Kemudian tidak ada satu pun melihatnya setelah itu. Dan tidak pernah diketahui berita, begitu pula jejaknya. Namun, setiap hari orang-orang Rafidhah selalu menanti dengan tunggangan kuda di pintu Sirdab. Mereka sering berteriak agar Imam Mahdi tersebut dapat keluar menemui mereka. Mereka memanggil, “Wahai tuan kami, keluarlah.” Namun mereka pun pulang dengan tangan hampa, tidak mendapatkan apa-apa. Usaha mereka yang begitu giat, hanya sia-sia belaka.” Maka, dapat kita ketahui bahwa Imam Mahdi bukanlah Nabi Isa Alaihis Salam. Melainkan, sosok orang yang berbeda, yang termasuk keturunan Nabi Muhammad ﷺ. Wallahu alam. [] Sumber
Assalamu’alaikum Ustadz, Suatu saat saya pernah baca kalau kedatangan imam Al Mahdi itu hanya mitos yang dihembuskan oleh orang non muslim. Saat itu saya hanya sempat membaca sinopsisnya karena kekurangan budget saat itu. Seminggu kemudian saya cek lagi ternyata buku itu sudah habis dan hingga saat ini tidak beredar lagi. Selanjutnya kedatangan imam ini beriringan dengan kemunculan kembali Nabi Isa As. Padahal saya juga pernah baca kalau Nabi Isa As sudah meniggal dengan wajar, setelah “dibawa” Oleh Malaikat Allah SWT sebelum sempat disalib. Saya makin bingung mana yang benar secara Syar’i. Sebagai tambahan, buku tentang Mitos Al mahdi tersebut adalah tulisan dari seorang mu’allaf yang juga Ustadzah, Ibu Irena Handono. Tolong dijelaskan ya, Ustadz….Wassalamu’alaikum Waalaikumussalam Wr Wb Tentang Imam Mahdi dan kemunculannya adalah pembatas antara tanda-tanda kecil dengan tanda-tanda besar dari kiamat yang telah saya jelaskan dalam judul “Kedatangan Imam Mahdi” link Diantara dalil-dalil yang menunjukkan tanda-tanda besar dari kiamat adalah apa yang diriwayatkan dari Hudzaifah bin Asid al Ghifari yang berkata bahwa Nabi saw datang kepada kami ketika kami sedang saling mengkaji suatu hal. Beliau saw berkata,”Apakah yang sedang kalian bahas?” mereka menjawab,”Kami sedang mengingat tentang hari kiamat.” Beliau bersabda,”Sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian menyaksikan sebelumnya sepuluh tanda.” Maka beliau menyebutkan, yaitu,”Keluarnya asap tebal, munculnya dajjal, binatang bumi, terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga pembenaman bumi, di timur, di barat dan di semenanjung Arabia dan terakhir adalah keluarnya api dari Yaman yang akan menggiring manusia ke Mahsyar mereka.” HR. Muslim Apa yang disebutkan didalam hadits diatas tentang sepuluh urutan tanda-tanda besar dari kiamat tidaklah menunjukkan uratan berdasarkan waktu terjadinya karena didalam hadits lain yang diriwayatkan juga oleh Imam Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya tanda-tanda besar, pen yang pertama muncul adalah matahari terbit dari arah barat, keluarnya binatang ditengah-tengah manusia pada waktu dhuha…” Dari sepuluh tanda-tanda besar yang disebutkan diatas maka ada enam yang dapat dilihat orang-orang beriman sedangkan sisanya tidaklah bisa dilihat. Keenamnya itu adalah kemunculan dajjal, Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari tempat terbenamnya dan keluarnya asap. Sedangkan empat lainnya, yaitu pembenaman bumi di timur, pembenaman bumi di barat, pembenaman bumi di semenanjung Arabia serta keluarnya api dari dasar teluk Adn atau dari timur yang akan menggiring manusia ke Mahsyar tempat pengumpulan mereka. Tiga pembenaman bumi tersebut tidaklah terjadi kecuali bumi sudah didiami oleh orang-orang yang paling jahat, sementara itu tak satu pun orang yang beriman ada diatasnya, sebagaimana disebutkan didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa pembenaman bumi itu terjadi apabila alat-alat musik dan minuman-minuman keras merajalela. Juga hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah saw bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi kecuali atas manusia-manusia yang paling jahat.” HR. Muslim dan Ahmad Serta hadits yang diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi kecuali apabila di bumi tidak disebut-sebut lagi nama Allah, Allah.” HR. Muslim, Ahmad dan Tirmidzi Adapun pendapat yang mengatakan bahwa kemunculan Imam Mahdi beriringan dengan kemunculan Isa bin Maryam kemungkinan disandarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari jalan Muhammad bin Kholid dari Abban bin Sholeh dari al Hasan dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah ada Mahdi kecuali Isa bin Maryam.” Namun hadits ini lemah sebagaimana disebutkan Syeikh al Banni dan salah satu alasannya—sebagaimana juga dikatakan al Baihaqi—bahwa Muhammad bin Kholid tidaklah dikenal. as Silsisalah adh Dhaifah juz I hal 154 Ditambah lagi dengan adanya hadits yang menyatakan bahwa kelak Imam Mahdi akan melaksanakan shalat bersama Isa bin Maryam sebagaimana yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah saw bersabda,”…. Tiba-tiba Isa sudah berada diantara mereka dan dikumandangkanlah shalat, maka dikatakan kepadanya, majulah kamu menjadi imam shalat wahai Ruh Allah.” Ia menjawab,”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami shalat kamu.” HR. Ahmad Al Hafiz Ibnu Hajar didalam bukunya “Fathul Bari” menyebutkan pendapat Abul Hasan al Abadi didalam “Manaqib asy Syafi’i” bahwa berbagai berita yang mutawatir menyatakan bahwa al Mahdi adalah dari umat ini sementara Isa melaksanakan shalat dibelakangnya. Dan ini adalah jawaban dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Anas,”Tidak ada Mahdi kecuali Isa”. Imam al Qurthubi mengatakan bahwa ada kemungkinan maksud dari hadits “Tidak ada Mahdi kecuali Isa” adalah tidaklah ada Mahdi yang sempurna dan maksum kecuali Isa, dan makna ini menggabungkan berbagai hadits yang menghilangkan kontradiksi yang ada. at Tadzkiroh hal 69 Sebagaimana disebutkan diatas bahwa kemunculan Imam Mahdi adalah pembatas antara tanda-tanda kecil dengan tanda-tanda besar dari kiamat. Maka kemunculan Imam Mahdi tidaklah bersamaan dengan Isa bin Maryam akan tetapi kemunculannya lebih dahulu daripada diturunkannya Isa bin Maryam. Hal ditunjukkan dengan akan adanya penaklukan Konstantinopel pada masa Imam Mahdi dan setelah itu barulah muncul dajjal lalu diikuti dengan kemunculan Isa bin Maryam, sebagaimana disebutkan didalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebagiannya di darat dan sebagiannya di laut? Mereka para sahabat menjawab,”Pernah wahai Rasulullah.” Beliau saw bersabda,”Tidak terjadi hari kiamat, sehingga ia diserang oleh orang dari Bani Ishaq orang-orang kulit putih. Ketika mereka telah sampai di sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka tidaklah berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu panah pun. Mereka hanya berkata Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dari kota itu.” Tsaur perawi itu mengatakan,”Saya tidak tahu kecuali hal ini hanya dikatakan oleh pasukan yang berada di laut. Kemudian mereka berkata yang kedua kalinya Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar maka jatuh pula sebagian yang lain darat. Kemudian mereka berkata lagi Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar maka terbukalah semua bagian kota itu. Lalu mereka pun memasukinya. Ketika mereka tengah membagi-bagikan harta rampasan perang tiba-tiba datanglah seorang diantara mereka seraya berteriak,”Sesungguhnya dajjal telah keluar.” Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.” Didalam Syarhnya Imam Muslim menyebutkan bahwa sebagian mereka ada yang berkata bahwa yang telah dikenal dan terjaga adalah “Bani Ismail” bukan Bani Ishaq, pen hal itu ditunjukkan oleh isi dari hadits diatas karena yang dimaksudkan di situ adalah Arab, dan kota itu adalah Konstantinopel. Sebagaimana diketahui pula bahwa diturunkannya Nabi Isa bin Maryam untuk yang kedua kalinya—setelah kemunculan dajjal—pada waktu iqamat shalat shubuh dikumandangkan di al Mannarah al Baidha menara Putih di sebelah timur Damaskus untuk membantu Imam Mahdi dan kaum muslimin dalam membunuh dajjal. Tentang bagaimana Nabi Isa diangkat Allah swt ke langit anda bisa baca “Sejarah Nabi Isa Al Masih” link Wallahu A’lam
Nabi Muhammad Rasulullah saw telah mengabarkan bahwa keadaan umat Islam sampai tiga abad akan tetap baik, kemudian sesudah itu kedustaan akan tersebar Al-Bukhari. Beliau bersabda bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 partai golongan. Hanya satu golongan yang akan masuk surga At-Turmudzi dan Ahmad. Beliau bersabda bahwa banyak Dajjal akan keluar dan akan mengadakan perkara-perkara yang bukan dari Islam Muslim, beliau bersabda bahwa orang-orang Islam akan menjadi sangat lemah sehingga akan menjadi seperti sampah yang tidak berharga Al-Misykat, hal. 458. Beliau saw bersabda bahwa orang-orang Islam akan mengikuti kelakuan orang-orang Yahudi dan Kristen, sehingga kalau ada di antara mereka yang telah masuk lubang biawak, maka ada pula di antara orang-orang Islam yang akan masuk lubang itu Al-Bukhari dan Muslim, beliau bersabda bahwa orang-orang Islam akan diserang oleh para pengikut agama lain dengan hebatnya Abu Daud, Al-Misykat, hal. 459. Pendek kata, kabar-kabar seperti ini menunjukkan bahwa orang-orang Islam akan jatuh di akhir zaman, karena mereka akan menjauhkan diri dari Islam, maka Allah Ta’ala tidak akan membiarkan mereka itu dalam keadaan yang hina, dan akan mengutus utusan–Nya Rasul-Nya untuk mempertahankan, memajukan Islam dan untuk mengalahkan semua agama lainnya Ash-Shāf [61]10. Siapakah utusan Rasul itu? Tiada lain, dia adalah Isa Al-Masih dan Al-Mahdi. Menurut sabda Nabi Muhammad saw. Dia akan menghidupkan semangat Islam sebagaimana pada zaman awalnya dan akan memperbaharui keadaan Islam sehingga akan terbukti dengan nyata kebenarannya bagi seluruh umat di dunia ini dan dia akan mengalahkan semua agama, terlebih agama Kristen. Memperbarui Islam’ bukan berarti peraturan-peraturan agama Islam akan diganti, sekali-kali tidak! Maksudnya ialah bahwa perkara yang salah yang telah diada-adakan oleh orang-orang Islam itu akan ditunjukkan kesalahannya dan pelajaran-pelajaran Islam yang sejati akan dikemukakan. Menurut pemeriksaan Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani, hadits–hadits tentang Al-Masih dan Al-Mahdi adalah mutawatir, kata beliau “Dengan apa-apa yang telah kita sebutkan sudah tetap bahwa Hadits–hadits yang berhubungan dengan Al-Mahdi, hadits-hadits yang berhubungan dengan Dajjal dan hadits–hadits yang berhubungan dengan turunnya Isa Al-Masih itu adalah mutawatir Hujajul-Kiramah, hal. 434. Berkenaan dengan Imam Mahdi, ada 4 macam pengakuan Bahwa Al-Mahdi ialah Isa Ibnu Maryam itu dengan Al-Mahdi itu ialah Khalifah yang bernama Al-Mahdi dari Bani Abbasiyah, maka dia itu sudah seorang lelaki dari Ahlul-bait anak cucu Hasan atau Rafidhah Syi’ah yang mengatakan Al-Mahdi adalah Muhammad bin Hasan Askari dari anak cucu Hasan Lihat Hujajul-Kiramah, hal. 387. Berkenaan dengan kedatangan Nabi Isa yang dijanjikan itu umat Islam berselisih pendapat pula Pertama Ada yang mengatakan bahwa Nabi Isa alaihis salam itu sendiri tidak akan datang. Hanya semangat dan ruh agama itu yang akan hidup seperti semula. Inilah yang dimaksud dengan kedatangan Isa as sebagaimana disebutkan dalam suatu Tafsir Al-Qur’an “Atau dikehendaki dengan turunnya Isa dan hukumnya di bumi ialah kemenangan ruhnya dan rahasia seruannya pada manusia yang berarti manusia dikala itu berpegang dengan kehendak syariat, bukan hanya berpegang dengan zahirnya seperti di zaman sekarang.” Tafsir Al-Quran Al-Hakim bahasa Melayu oleh Mushthafa Abdurrahman Mahmud, Pulau Pinang Pangkal III, hal. 20. Kata beliau lagi Maka dengan keterangan ini berarti bahwa zaman Isa’ itu ialah zaman yang dipegang teguh oleh manusia dengan ruh’ semangat agama dan aturan-aturan Islam, bukan berpegang dengan namanya saja. Juga berarti bahwa zaman Dajjal’ itu ialah zaman zahir padanya segala simbol tanda dan alamat khurafat’ perkara-perkara yang karut, perkara bid’ah yang merusak syariat agama dan peraturan-peraturannya. Demikianlah pendapat dan buah pikiran ulama Islam dalam perkara ini. Jadi, menurut pendapat ulama tersebut bahwa Isa Al-Masih sendiri tidak akan datang. Kedua Ada pula satu pendapat lagi yang dijelaskan oleh Prof. Dr. KH. Abdul Karim Amrullah HAMKA di sebagian bukunya yang bernama Al-Qaulush-Shahih, hal. 204, begini “Bukan sebenar-benarnya Isa Al-Masih yang akan keluar, melainkan kata-kata Nabi Muhammad saw itu semata-mata kinayah atau qiyasan saja, sedang yang dikehendaki ialah ruh nubuwahnya dan rahasia risalahnya itulah yang akan zahir nanti pada ulama yang bersifat sabar menjalankan agama seperti bersifat kasih-sayang kepada umat Muhammadiyah dan mereka mengambil isinya dan patinya syariat Muhammad, tidak berpegang semata-mata dengan kulit dan tidak pula beragama dengan taqlid. Maka orang-orang alim yang begitu sifat-sifatnya pada ketika banyak bid’ah dan berkembangnya agama-agama palsu atau adat-adat yang keji di akhir zaman serupalah hal mereka itu dengan hal Isa Al-Masih waktu datangnya menjadi Rasul kepada kaum Bani Israil. Pendek kata, ulama yang berkata benar, berjalan lurus, menurut aturan Al-Quran dan Al-Hadits Nabi Muhammad Saw. pada zahir dan batinnya itulah yang dimisalkan Nabi Muhammad Saw. dengan Isa Al-Masih yang tersebut dalam hadis itu. Keterangan inipun menjelaskan bahwa sebenarnya bukan Isa Al-Masih sendiri yang akan datang, bahkan seorang ulama yang bersifat dengan sifat Isa itulah yang dimaksudkan dengan Isa Al-Masih dalam Hadits-hadits itu. Ketiga Ada pula orang yang mengatakan bahwa Nabi Isa sendiri yang akan datang di akhir Zaman, karena beliau itu masih hidup di langit dengan tubuh kasarnya dan pada akhir Zaman beliau akan turun dari langit. Keempat Ada pula di masa kini sebagian orang Islam yang berpendapat bahwa Nabi Isa sendiri yang akan datang, akan tetapi bukan di dunia ini, bahkan pada hari kiamat. Surat selebaran yang disiarkan berkenaan dengan pendapat ini sudah ada pada Jemaat Ahmadiyah. Kelima Syekh Muhammad Thahir Jalaluddin menulis lagi suatu pendapat begini “Maka barang siapa berjumpa dengan hadits yang menyatakan turunnya Nabiyullah Isa pada akhir Zaman dan akan membunuh Dajjal dan ia yakin akan kebenaran hadits–hadits itu, maka tiadalah baginya kelapangan, melainkan beritikad bahwasannya Muhammad Rasulullah Saw. bersabda akan dia dengan sebab diberitakan oleh Allah kepadanya … dan yang terlebih sejahtera baginya bahwa ia berkata Sabda Rasulullah itu benar dan akan berlaku sebagaimana kehendak sabdanya itu dan Allah Ta’ala yang mengetahui akan hakikat kehendak-Nya dalam kesimpanan perkataan-Nya itu Perisai Orang Beriman, hal. 47. Jadi, sabda-sabda Nabi Muhammad saw berkenaan dengan turunnya Nabiyullah Isa itu benar, akan tetapi hakikatnya hanya diketahui oleh Allah Ta’ala saja, tidak dapat diketahui apa tujuan sebenarnya dan bagaimana pula cara berlakunya itu. Tiap-tiap golongan mempunyai alasan. Akan tetapi kalau ayat-ayat Al-Quran Syarif dan hadits–hadits Nabi Muhammad saw diperhatikan maka akan nyata mana yang benar pendapatnya.
Imam Mahdi Dan Nabi Isa. Dari hadis diatas kita bisa memahami Desember 16, 2007 pukul 435 pm. Kisah DAJJAL, IMAM MAHDI DAN NABI ISA Ustadz DR Khalid from Mereka beralasan dengan hadis dari muhammad bin kholid al jundi, namun hadis tersebut adalah hadis yang tidak shahih. Munculnya dajjal & turunnya nabi isa. Hadits yang berbicara tentang turunnya isa bin maryam. Sebagai Bentuk Pemuliaan Allah Atas Umat Ini”. Sebagaimana dijelaskan oleh ibnu katsir, hadits yang membicarakan mengenai turunnya nabi isa di akhir zaman adalah. Kedatangan imam mahdi dan nabi isa. Oleh karena itu, untuk memenuhi keinginannya tersebut imam mahdi pergi ke kota damaskus, di sana sudah penuh manusia yang ingin bertemu dan melihat nabi isa Desember 16, 2007 Pukul 435 Pm. Isa akan menjadi makmum dalam shalat yang dipimpin oleh imam mahdi. Peristiwa kedatangan isa ini sebelumnya akan didahului oleh kondisi dunia yang dipenuhi dengan. Kemunculan nabi isa, imam mahdi, & dajjal. Darimana Munculnya Tiga Orang Tersebut? Munculnya dajjal & turunnya nabi isa. Dari nawas bin sam’an, dia berkata, “pada suatu pagi, rasulullah shallallahu alaihi wa sallamberbicara mengenai dajjal. Namun nabi isa menjawab,”tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri. Hadits Yang Berbicara Tentang Turunnya Isa Bin Maryam. Mereka beralasan dengan hadis dari muhammad bin kholid al jundi, namun hadis tersebut adalah hadis yang tidak shahih. Yang akan datang lagi, apa tidak cukup dengan kedatangan nabi kita muhammad saw, ya sebagai rasul dan terpenting beliau penutup. Kedua, umat manusia tidak akan tersesat. Contoh Hadits Tentang Datangnya Imam Mahdi Dan Nabi Isa As Di Antaranya Sebagai Berikut. Rasulullah saw bersabda,”nabi isa masih. Nabi isa shalat di belakang imam mahdi ketika nabi ’isa ’alaihis salam turun kembali di akhir zaman, beliau akan shalat di belakang imam mahdi yaitu menjadi makmum di belakangnya. Imam mahdi pimpin bumi tentram dan damai selama 7 tahun selesai telah tercatat dalam alquran, bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan dajjal kecuali nabi isa.
hadits tentang imam mahdi dan nabi isa